Asia Digital Photo Studio
Specialist Wedding Photography
Senin, 19 November 2012
FOTO PENGANTIN KREATIF
Olah Visual Momen Sakral
“Lhoh kok aneh sih?”, “Kok cuma tangannya aja yang di foto?”,
“Kok kepalanya kepotong sih?”, “Kok fotonya blur sih?”,
“Kok fotonya miring sih?” dll
Begitulah kira-kira tanggapan sebagian masyarakat kita ketika melihat foto candid
wedding. Namun belakangan ketika sebagian masyarakat sudah mulai paham tentang gaya
dari salah 1 jenis pemotretan pengantin ini, foto pengantin jenis ini mulai menjadi sesuatu
yang dianggap prestise atau berkelas, bahkan banyak pasangan pengantin yang merasa
kurang lengkap jika dalam acara pernikahannya tidak terdapat foto dengan gaya seperti ini.
Bukan Sekedar Spontan
Kata candid secara harfiah berarti spontan. Tetapi dalam kenyataannya, foto-foto
bergaya candid wedding tidak hanya diambil dari sudut apa adanya dan tanpa diatur oleh
fotografer. Yang terjadi justru lebih dari itu, jenis foto pengantin ini banyak menampilkan
momen-momen penting dalam pernikahan dengan sudut pandang kreatif dan bernilai seni.
Oleh sebab itu, istilah foto pengantin kreatif dinilai lebih mewakili makna candid wedding
photography. Dalam jenis ini banyak aspek yang harus betul-betul dikuasi oleh si fotografer,
si fotografer tidak semata hanya “asal jepret” yang penting terlihat berbeda secara komposisi
maupun angle, entah itu hanya tangannya saja, atau asal dengan angle miring.
Foto Pengantin Kreatif
Olah Visual Momen Sakral
Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemotretan Foto Pengantin Kreatif
1. Komunikasi yang baik dengan klien
2. Lebih pribadi dan mendalam
3. Kenali unsur interior dan eksterior di sekitar kita serta
manfaatkan elemen dekoratif dan ambil beberapa detail
4. Tangkap emosi dan ekspresi yang unik
5. Persiapkan 2 buah lensa, yakni lensa sudut lebar & lensa
tele
6. Perbanyak referensi mengenai komposisi
7. Gunakan pengukur cahaya titik (spot metering)
8. Optimalkan penggunaan flash untuk mendapatkan efek-efek
tertentu dan usahakan agar tidak terjadi pencahayaan flat
9. Kuasai teknik mix lighting untuk mendapatkan keseimbangan
pencahayaan antara subjek dengan lingkungan sekitar
10. Tempatkanlah diri kita sebagai teman, sahabat,&keluarga dari si
pengantin, dengan begitu kita jadi lebih peka dalam menangkap
momen-momen menarik, sehingga foto kita tidak sekedar foto
dokumentasi belaka
11. Packaging yang elegan dalam mengemas karya untuk klien
maupun portfolio
Langkah Dalam Pemotretan Pengantin Kreatif
1.Komunikasi
2.Membangun konsep
3. Perencanaan teknis
4. Eksekusi
1. Komunikasi
Ada banyak cara dan jenis komunikasi yang lazim kita dengar,
Misal : komunikasi publik, komunikasi massa, komunikasi
organisasi, dll. Namun dalam kaitannya dengan foto pengantin
kreatif, jenis komunikasi interpersonal adalah yang paling sering
digunakan oleh fotografer dan atau orang yang terlibat dalam
industri fotografi.
Definisi Komunikasi Interpersonal :
Pengertian komunikasi interpersonal yaitu komunikasi yang
terjadi antara individu yang memiliki keterikatan atau hubungan.
Komunikasi terjadi ketika Anda mengirim atau menerima pesan
dan ketika Anda memaknai pesan tersebut. Komunikasi
interpersonal terjadi secara sadar dan memiliki hubungan antara
satu dengan yang lainnya. Mereka saling bergantung, apa yang
dipikirkan dan dikatakan oleh seseorang akan berdampak
apa yang orang lain pikirkan dan katakan. Komunikasi
Interpersonal (Interpersonal Communication) adalah komunikasi
antara komunikator dengan komunikan. Komunikasi jenis ini
dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap,
pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis,
berupa percakapan.
Tahapan Komunikasi Interpersonal :
a. Membangun hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal menciptakan perasaan saling terkait yang
harmonis antara satu dengan yang lain. Hubungan memudahkan
proses komunikasi, orang lain akan merasa lebih nyaman. Mereka
akan lebih terbuka untuk menyatakan pendapatnya dan menikmati
suasana saat berinteraksi. Hubungan ialah unsur didalam diri
manusia dan berfungsi pula sebagai motivator. Hubungan
menciptakan rasa kesatuan dan saling memiliki. Sebagai penjelasan
yang umum perkembangan hubungan interpersonal terlihat seperti
umum. Enam tahapan dalam perkembangan hubungan interpersonal
ialah kontak, keterlibatan, keakraban, kerusakan, pemulihan,
pemutusan. Komunikasi interpersonal memiliki efek yang berlainan
pada hubungan interpersonal. Tidak benar bahwa semakin sering
orang melakukan komunikasi interpersonal dengan orang lain maka
semakin baik hubungan interpersonal mereka. Yang menjadi
masalah bukan kuantitas/intensitas komunikasi itu sendiri melainkan
kualitas dari komunikasi tersebut. Ada beberapa faktor yang
diperlukan dalam membangun hubungan interpersonal yang baik
pendekatan, membangun jembatan, kepercayaan, bersifat umum,
sikap suportif, keterbukaan.
b. Penciptaan rasa hormat
Untuk menciptakan rasa hormat dari lawan bicara kita dalam berinteraksi
maka kita perlu memiliki kredibilitas, ketenangan dan komentar yang
membangun. Ukuran dari kredibilitas ialah bagaiamana lawan bicara Anda
mempercayai apa yang Anda katakan. Kredibilitas dibangun setiap waktu,
satu interaksi dengan interaksi selanjutnya. Ketenangan sangat dibutuhkan
khususnya saat Anda menghadapi suatu permasalahan, itu merupakan tanda
dari kedewasaan Anda. Komentar yang membangun dapat berupa ekspresi
antusiasme, harapan yang positif, menawarkan jaminan, menyampaikan
keyakinan Anda, menyatakan bahwa bersama Anda dapat
memulihkan keadaan, mengatasi rintangan serta memecahkan konflik. Ada
beberapa hal yang mempengaruhi penciptaan rasa hormat antara
komunikator dan komunikan yang pertama adalah persepsi, proses
mendengar dan proses menanggapi (umpan balik).
c. Persepsi
Persepsi adalah proses dimana Anda mengamati sebuah objek, kegiatan dan
masyarakat melalui indera Anda: penglihatan, penciuman, perasa, sentuhan
dan pendengaran. Persepsi interpersonal adalah proses yang berkelanjutan
yang bercampur antara satu dengan yang lain.
d. Proses mendengar
Melalui persepsi sebagai dasar sekarang kita dapat mengamati tahap
mendengarkan, inti dari proses mempersepsi pesan.Mendengarkan
dapat dijabarkan kedalam lima langkah: menerima, memahami,
mengingat, mengevaluasi dan menanggapi
e. Proses menanggapi
Menanggapi terjadi dalam dua fase. Pertama, tanggapan yang anda
utarakan ketika komunikator berbicara. Tanggapan ini harus
mendukung menunjukkan bahwa Anda mendengarkan apa yang
disampaikan. Kedua tanggapan yang Anda buat setelah
komunikator selesai berbicara. tanggapan ini akan jauh lebih
terperinci daripada yang pertama karena informasi yang
disampaikan telah lengkap.
2. Membangun konsep
Setelah kita melakukan proses komunikasi tentunya akan di dapatkan
Informasi-informasi mengenai keinginan klien, karakter, emosi, dll
yang menjadi modal kita sebagai fotografer untuk membangun konsep
dimana nantinya konsep tersebut merupakan visualisasi
atau dengan kata lain punya keterkaitan erat dari klien kita dan
Juga kemauan kita sebagai fotografer.
3. Perencanaan teknis
Dari konsep yang telah kita buat dapat kita rinci lebih detail apa saja
yang sekiranya dibutuhkan untuk mencapai hasil visual (dalam hal ini
foto) secara maksimal dan tetap sesuai dengan konsep yang telah dibuat.
Mis. Pemilihan lokasi yang sesuai dengan konsep, pemilihan properti,
teknik lighting dan komposisi yang akan dipakai, proses digital imaging dll.
4. Eksekusi
Merupakan penerapan dari 3 faktor sebelumnya dimana fungsi control
tetap dilaksanakan agar jangan sampai dalam kegiatan pemotretan sampai
dengan pasca produksi tersebut terjadi hal-hal yang sekiranya dapat
merubah atau merusak konsep yang telah dibuat.
“THINK Deeply about the Theme you want to Shoot It’s Fun and you’ll have the Better photos in the End”
Thomas Herbrich
Mengenal arah cahaya dalam fotografi
Dalam fotografi, darimana arah cahaya
jatuh ke subyek akan sangat
mempengaruhi bagaimana foto terlihat.
Arah cahaya menentukan karakter
cahaya itu sendiri sekaligus menentukan
kesan dan dimensi yang ingin di
timbulkan pada subyek sehingga secara
keseluruhan membentuk foto kita.
Arah cahaya, baik alami (sinar
matahari) maupun dari sumber cahaya
buatan (flash) bisa dibagi menjadi lima,
yakni front light, back light, top light
dan side light. Mari kita bahas satu
persatu:
Front Light (Cahaya Depan)
Front light artinya sumber cahaya ada
di depan subyek yang di foto sehingga
biasanya sumber cahaya ada di belakang
kamera kita. Cahaya depan bisa datang
lurus terhadap subyek, seperti kalau
kita menghadap ke matahari saat
sunrise di pantai. Cahaya depan juga
bisa membentuk sudut, seperti saat kita
menghadap matahari jam 10 siang.
Dengan flash, kita bisa membuat front
light tepat di depan wajah atau
membentuk sudut terhadap wajah.
Mayoritas foto dihasilkan dengan
sumber cahaya yang ada di depan
subyek.
Side Light (Cahaya Samping)
Cahaya mengenai subyek dari samping
kiri atau kanan. Cahaya samping ini
memberi kesan dimensional yang kuat
sehingga banyak dipakai pada foto
arsitektur atau landscape pada foto
diatas. Pencahayaan dari samping juga
akan menguatkan tekstur sebuah
Subjek. Juga kalau
memotret wajah, jerawat akan makin
diperkuat kalau kita menggunakan side
light. Foto side light biasanya akan
bagus saat dipakai memotret hitam
putih.
Back Light (Cahaya Belakang)
Back light terjadi saat kita memotret
subyek dengan sumber cahaya yang
berasal dari belakangnya, dengan kata
lain sumber cahaya ada didepan kamera
namun dibelakang subyek. Saat kita
memotret sebuah subyek yang
membelakangi matahari, misalnya
memotret teman yang menghadap ke
timur pada jam 4 sore maka akan
terjadi back light. Dengan
membelakangi sumber cahaya,
seringkali kita menghasilkan siluet.
Mayoritas foto backlight akan
menonjolkan bentuk dan profil sebuah
subyek foto.
Cahaya Atas (Top Light) dan Down Light
Cahaya atas atau bawah jarang kita
pakai karena menghasilkan foto yang
kurang bagus, contoh foto top light
adalah saat kita memotret saat jam 12
siang. Foto wajah yang dibuat jam 12
siang akan menghasilkan bayangan
kantong mata yang membuat tampang
teman kita terlihat jelek.
Sumber: belajar fotografi
http://belajarfotografi.com/arah-cahaya/
Tips Mengamankan File Foto
Tips Mengamankan File Foto Wedding
Mem-back up atau mengamankan sebuah file sangat
penting dilakukan, terutama file-file foto wedding/
prewedding Sobat. Ini untuk memastikan agar jika suatu
hari klien Sobat memutuhkan file tersebut, sobat masih
memiliki salinannya.
Terkadang kita merasa was-was jika file-file yang disimpan
didalam hardisk ternyata terhapus atau hardiks yang
digunakan error sehingga harus di format ulang, apalagi file-
file foto tersebut belum dikerjakan, wah terasa kiamat
dunia ini..hehehe.
Lalu strategi apa yang harus dilakukan agar file-file foto
wedding/prewedding kita aman? Setiap orang tentu saja
mempunyai strategi masing-masing dalam mengamankan file
fotonya, namun mungkin langkah ini dapat Sobat lakukan
agar file back up Sobat lebih aman lagi.
Gunakan kartu (A) compact flash yang memiliki kapasitas
kecil ketika memotret. Gunakanlah kartu compact flash
berukuran 4GB dibandingkan menggunakan 8GB atau
16GB untuk menghindari jika kartu mengalami error
sehingga hasil jepreten Sobat tidak dapat diselamatkan,
Jika Sobat punya uang lebih beli kartu compact flash 4GB
lebih dari satu, atau jika tidak Sobat bisa membawa (B)
notebook atau (C) A Jobo Giga One digital Wallet yang
biasanya berukuran 40GB tapi Sobat bisa mengupgrade-nya
menjadi 160GB. Referensi cari di Google ya
.
Setelah sampai kerumah, back-up file foto tersebut ke (D)
CPU atau back up ke (E) DVD, karena RAW file memiliki
kapasitas lebih besar daripada file lainnya biasanya bisa
sampai 13-16GB satu kali back-up, maka jika Sobat
menyalinnya kedalam DVD, Sobat harus menjaga DVD
tersebut agar tetap aman dari goresan. Jika ingin lebih
aman lagi, gunakan (F) hardisk eksternal berukuran 1TB
yang digunakan khusus untuk menyimpan file foto dan
tidak boleh digunakan selain itu untuk menjaga hardiks
dari virus atau error.
Di era digital sekarang ini, kehilangan data foto lebih
rentan dibandingkan ketika kita menggunakan film.
Negative atau Positive Film bisa kuat hingga ratusan tahun
jika disimpan pada tempat yg kering dan tidak lembab, dan
Sobat masih bisa menikmatinya sekarang. Tapi file yang
berbentuk digital diperlukan ketelitian dan back-up
sebanyak-banyaknya agar tidak hilang dimakan zaman.
Semoga artikel kali ini dapat mambantu Sobat untuk
memahami betapa pentingnya sebuah file foto digital untuk
fotografer profesional, dan semoga ini dapat menginspirasi
Sobat untuk melakukan hal yang sama agar file foto Sobat
selalu aman.
Salam jepret
Sumber : http://weddingkumagazine.wordpress.com/2012/11/10/tips-mengamankan-file-foto-wedding/